4 Pengakuan teroris tega ngebom orang tak bersalah
4 Pengakuan teroris tega ngebom orang tak bersalah
Apa sebenarnya alasan para teroris tega mengebom dan membunuh orang tak bersalah. Ini alasan mereka:
1. Ingin masuk surga
Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian
membeberkan pengakuan para teroris yang melakukan serangan bom bunuh
diri. Ini dikatakan Tito saat menjadi bintang tamu di Mata Najwa.
Tito mengatakan dalam pemikiran para teroris, jika mereka terbunuh maka mereka langsung masuk surga. "Ini yang sering kita temukan dalam serangan bom bunuh diri. Para terorisme melilitkan bom di badannya, dengan harapan meninggal dunia dan langsung masuk surga," jelas Tito.
Tito mengatakan dalam pemikiran para teroris, jika mereka terbunuh maka mereka langsung masuk surga. "Ini yang sering kita temukan dalam serangan bom bunuh diri. Para terorisme melilitkan bom di badannya, dengan harapan meninggal dunia dan langsung masuk surga," jelas Tito.
2. Jika membunuh akan dapat pahala
Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian juga
membeberkan alasan lainnya soal nekatnya para teroris meledakkan diri,
bahkan membunuh petugas kepolisian. Ternyata, para teroris sengaja ingin
berperang melawan petugas.
Menurut Tito, para teroris meyakini kalau kontak senjata dan mereka membunuh bisa dapat pahala. kalau mereka terbunuh langsung masuk surga. "Seperti (penyerangan) di Polda Riau kita melihat 5 orang naik Avanza dia nabrak petugas dia yakin dia dapat pahala membunuh polisi. Dia tau ada senjata tapi dipikiran mereka, mereka keluarkan parang berapapun yang dia serang dia bunuh dia dapat pahala. Kalau dia ditembak fine dia akan masuk surga," kata Tito.
Menurut Tito, para teroris meyakini kalau kontak senjata dan mereka membunuh bisa dapat pahala. kalau mereka terbunuh langsung masuk surga. "Seperti (penyerangan) di Polda Riau kita melihat 5 orang naik Avanza dia nabrak petugas dia yakin dia dapat pahala membunuh polisi. Dia tau ada senjata tapi dipikiran mereka, mereka keluarkan parang berapapun yang dia serang dia bunuh dia dapat pahala. Kalau dia ditembak fine dia akan masuk surga," kata Tito.
3. Teroris takut bunuh diri karena masuk neraka
Lebih miris lagi, pelaku teroris
melakukan bom bunuh diri yang mengakibatkan korban meninggal dunia. Tapi
pengakuan teroris, mereka tak mau bunuh diri sendiri tanpa ada korban.
"Saya pernah menangkap pelaku bom di Kedutaan Australia di Bogor sekarang di Nusa Kambangan. Ketika kita tangkap dua-duanya nangis di kendaraan itu. kenapa kamu nangis? kenapa kita enggak ada kontak (tembak-tembakan). Kenapa saya tidak bisa membunuh bapak? dan kenapa bapak tidak membunuh saya. saya kehilangan waktu untuk masuk surga," kata Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian.
"Saya sampaikan kalau gitu kamu bunuh diri saja abis ini," Lanjut Tito. "Saya masuk neraka kalau bunuh diri. Kalau dalam kontak masuk surga," ujar Tito.
"Saya pernah menangkap pelaku bom di Kedutaan Australia di Bogor sekarang di Nusa Kambangan. Ketika kita tangkap dua-duanya nangis di kendaraan itu. kenapa kamu nangis? kenapa kita enggak ada kontak (tembak-tembakan). Kenapa saya tidak bisa membunuh bapak? dan kenapa bapak tidak membunuh saya. saya kehilangan waktu untuk masuk surga," kata Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian.
"Saya sampaikan kalau gitu kamu bunuh diri saja abis ini," Lanjut Tito. "Saya masuk neraka kalau bunuh diri. Kalau dalam kontak masuk surga," ujar Tito.
4. Jihad Fi Sabilillah
Teroris mengakui melakukan serangan bom
adalah sebagai jihad di jalan Allah. Bahkan pengakuan itu dibenarkan
oleh mantan teroris bom Bali, Ali Imron. Ali Imron membeberkan alasan
mengapa banyak jaringan seperti ISIS yang melegalkan bom atas nama jihad
Fi Sabilillah. Banyak jaringan atau kelompok yang membelokkan apa arti
dari jihad sesungguhnya. Sehingga banyak yang menyalahkan makna jihad
untuk membunuh atau melakukan bom bunuh diri dengan harapan mati syahid.
Padahal tujuan jihad bukan seperti pemahaman para teroris. Jihad fi sabilillah bukanlah tindakan balas dendam dan menzalimi kaum yang lemah, tetapi sebaliknya untuk melindungi kaum yang lemah dan tertindas di muka bumi. Jihad juga bertujuan tidak semata-mata membunuh orang kafir dan melakukan teror terhadap mereka, karena Islam menghormati hak hidup setiap manusia. Tetapi jihad disyariatkan dalam Islam untuk menghentikan kezaliman dan fitnah yang mengganggu kehidupan manusia.
Padahal tujuan jihad bukan seperti pemahaman para teroris. Jihad fi sabilillah bukanlah tindakan balas dendam dan menzalimi kaum yang lemah, tetapi sebaliknya untuk melindungi kaum yang lemah dan tertindas di muka bumi. Jihad juga bertujuan tidak semata-mata membunuh orang kafir dan melakukan teror terhadap mereka, karena Islam menghormati hak hidup setiap manusia. Tetapi jihad disyariatkan dalam Islam untuk menghentikan kezaliman dan fitnah yang mengganggu kehidupan manusia.










No comments:
Post a Comment